Saturday, June 24, 2017

Aliran Rasa : Pentingnya Komunikasi Produktif bagi saya

Assalamualaikum.

beberapa hari yang lalu merupakan hari terakhir pengumpulan tugas game level 1 komunikasi produktif yang harus dipenuhi oleh peserta kelas Bunda Sayang, syarat wajibnya adalah, harus mendokumentasikan 10 hari praktek komunikasi produktifnya dari 17 hari yang telah diberikan. kemudian di grup whatsapp - fasilitator, yg dalam kesempatan kali ini adalah Mbak Farida, mencoba untuk menggali kira kira apa makna yang bisa kita ambil dalam 10 atau bahkan 17 hari praktek komunikasi produktif tersebut.

bagi saya pribadi, kesempatan untuk berlatih 10 hari mengaplikasikan poin-poin komunikasi produktif ini bukanlah sekedar pemenuhan setoran game semata, atau mengejar badge semata. tapi lebih kepada komitmen dan keikhlasan kita dalam menjalankan poin komunikasi tersebut kepada pasangan, anak maupun orang lain dengan penuh kesungguhan.

di awal-awal pastilah sangat berat untuk berlatih, karena kita tidak biasa melakukannya dan kesulitan, namun ketika sudah beberapa kali praktek jadi terasa lebih mudah dan terbiasa. ketika di awal masih berpikir, harus ngomong seperti apa ya, harus bicara apa ya? semakin lama dijalanin, semakin lancar dan tak perlu berpikir lama.

bagi saya tentu sangat bermanfaat sekali apalagi komunikasi ini adalah hal yg esensial dalam kehidupan sehari-hari. karena pada dasarnya kebutuhan manusia untuk mengerti dan dimengerti itu utama, berkomunikasi pun pasti punya tujuan, baik itu untuk kesepakatan, persetujuan, dll. dan kalau tujuan komunikasi tidak tercapai, yang ada pasti salah paham melulu, dsb.

semoga semoga semoga, untuk kedepannya, akan bisa mengaplikasikan komunikasi produktif ini dengan lebih baik, dan juga sharing dengan orang lain betapa pentingnya komunikasi produktif ini.

Terimakasih..

#level 1
#aliranrasa
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip





Saturday, June 17, 2017

Cerita Hari 15 Komunikasi Produktif : Mission Accomplished!

Gak terasaaaa... sudah 17 hari terlewati, dan tulisan yang berhasil didokumentasikan sudah jadi 15 Tulisan, 15 Hari, dan hampir semuanya Rekap *rekap dan bangga* hahahhaha

kali ini, hanya mau merekap dari hari 1 sampe 17 ini, apa yang sudah dipelajari dalam komunikasi produktif. apa yg susah, apa yg gampang, poin apa aja yg sudah dilakukan, yang ga sempat dilakukan. dll..

kita mulai dari checklist tabel dulu yaaa...


Komunikasi Produktif dengan anak


 Komunikasi Produktif dengan Pasangan


Evaluasinya
dalam komunikasi dengan anak, saya hanya melakukan 4 poin dari keseluruhan poin yang ada, dikarenakan ingin fokus di poin2 tsb, dan anak yg masi usia balita jadi lebih ke dasar komunikasi yang mudah dimengerti, dan kebanyakan berjalan secara bersamaan.

dalam komunikasi dengan pasangan, beberapa poin dapat berjalan secara bersamaan, karena memang pada dasarnya poin2 tsb saling berhubungan satu dengan lainnya.

Kesimpulan
meskipun blognya ditulis dengan rekap.. hahahah tapi prakteknya pasti dilakukan setiap hari agar hasilnya lebih maksimal.

Penutup
alhamdulilah mendapat materi ini, sepertinya sangat mencerahkan dan membuat kemudahan dalam komunikasi sehari-hari dengan pasangan dan anak.

Hari Ke-15 (16 Juni 2017)

#level 1
#day15
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Friday, June 16, 2017

Cerita Hari 14 Komunikasi Produktif : Diskusi Rutin Saat Sahur

Wuaaahhh ga kerasa sudah hampir  di akhir pengumpulan Tantangan 10 Hari Level Kelas Bundsay 2.
meski tugasnya hampir semuanya rapelan, tapi alhamdulillah prakteknya bisa dikerjakan setiap hari.

kali ini yang akan diceritakan terkait dengan komunikasi produktif, adalah komunikasi dengan suami. hahaha.. ditugas ini pak suami memang lebih jarang diceritakan, karena mungkin kalau dari sudut pandang kelucuan, pastinya lebih lucu tingkah anaknya dari bapaknya lah ya, sehingga lebih mudah untuk cerita mengenai anak, lebih mengalir saja rasanya, toh ibarat kata anaknya masih kecil diomongin di tulisan blog ini pun belom bisa baca sendiri. hahahha....

jadi hari rabu lalu, ceritanya si Pak Suami pulang agak terlambat, pastinya dikarenakan pekerjaan kantor yg agak banyak menjelang libur lebaran. si Pak Suami ini biasanya setelah pulang kantor, begitu nyampe rumah pasti yg diharapkan adalah bisa disambut dengan anaknya dan bercanda dengan anaknya itu. namun karena kali ini pulangnya sudah diatas jam 9 malam. anaknya pun sudah tidur. karena si ayman ini, memiliki waktu tidur yg tepat. jd jangan harap kalau pulang diatas jam 9 ya pasti sudah ditinggal tidur.

usut punya usut, karena pak suami sudah ngarep, dalam hal ini berekspektasi untuk ketemu anaknya, padahal anaknya udah tidur, akhirnya pulang-pulang ngambeg lah dia.. hahaha *lah istrinya malah ketawa*

iya ngambeg, dan protes ke saya bahwa kenapa saya ga bisa bikin itu anak ga tidur dulu. dengan diajak becanda kek, baca buku kek, main kuda,,, dll. pak suami terus protes karena mungkin beliau sangat kangen sama anaknya.

karena pak suami protes melulu, yasudah, coba saya diamkan dulu saja, namanya juga pulang kerja, naik krl, empet empetan, berdesakaan sama orang, anaknya pake bobo pula. kan jelas KZL BGT gitu kan yaaa... singkatnya saya mencoba untuk mendiamkan pak suami dulu, sampai dia selesai mandi, dan uda siap tidur. sebelum tidur pun saya ga banyak bicara. biarkan saja dulu, sampai akhirmya dia ketiduran dan bangun saat sahur.

nah, pas sahur akhirnya saya tanya, apa sudah selesai kzelnya, sebelnya dan sedihnya karena ditinggal anak bobo? dia cuman ketawa. katanya gitu aja kok ngapain sebel.... lahh yg kmrn protes muluuu siapa cobaaa *garuk garuk pala*

intinya sih sy bilang ke pak suami, jadi ortu ya harus dewasa toh ya,,, egonya ditinggal dulu, namanya juga anak kecil, waktunya bobo ya pasti bobo, harusnya kita malah bersyukur, ayman ga pernah ngajak kita begadang, istirahatnya cukup, tidurnya lelap, pas bangun anaknya senang, ceria dan bahagia. nah kalau kaya gitu kan kita juga happy. toh kalau anak tidur pas kitanya baru pulang, kita juga bisa langsung istirahat kan.. intinya sih pake poin clear & clarify, dan berempati lah yaaa....

selesai dijelaskan, pak suami cuman diam dan manggut2... nah memang kebiasaan si buat saya, kalo salah satu dari kita ada yg rungsing, pasti kita harus saling memberikan space untuk berdiam diri, ga malah investigasi atau nerocos minta penjelasan, uda biarin aja dulu,,, toh namanya suami kan bagaikan anak pertama. betul ga ibu ibu????



Hari Ke-14 (15 Juni 2017)

#level 1
#day14
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Wednesday, June 14, 2017

Cerita Hari 13 Komunikasi Produktif : Sehari Bersama kecintaan Mama

Alhamdulilah, Kondisi anaknya sudah baikkan,,,, Tapiiiiii mamanya yg malah tepar. hahahha ya sudahlah yaa anggap saja sakit itu ujian dan nikmat dari Allah, supaya kita bersabar dan mengingat Allah Selalu..

Akhirnya pada hari ini, saya memutuskan untuk ijin tidak masuk saja, karena sakit tentunya, ya selain ingin menemani anak yg juga baru pulih, juga rasanya kalau dipaksakan ngantor pun pasti juga gak maksimal, meskipun ya yg namanya gak masuk dan nemenin anak juga ga akan sih bisa istirahat full seharian... yg ada sih diajak main sama anaknya sehariannnn,.... hehehe

tapi, meskipun diajak main sm anak seharian, rasanya sakit itu bisa hilang, sedih juga berkurang dan yg pasti ngga terlalu setres mikirin kerjaan yg ga ada abisnya itu... 😠

seharian  nungguin dan bermain dengan anak, membuat saya punya kesempatan untuk mengulang kembali beberapa poin komunikasi produktif bersama anak, mulai dari Mengendalikan emosi *istigfar* Menggunakan Intonasi yg ramah, Berempati, dan yg lain...

dan bagusnya adalah, kok seperti nya si anak semakin bisa ngerti ya diajak bicara, semakin mudah untuk melakukan hal yg baik, dan bonding nya pun semakin kuat.. ah betapa senang sekali dirumah kali ini. sangat berkualitas lah pokoknya. membuat ga rela pergi ke kantor lagi esok hari, tapi ya masi harus dilakukan. hehe

Alhamdulilah, memang kadang kita sebagai manusia tidak boleh suudzon, apalagi kepada Allah, toh bagi saya, dikasih sakit, yg menyebabkan saya ga masuk kantor, eh malah hasilnya begitu indah dan membuat bahagia anak. itu yg disebut PRICELESS

Hari Ke-13 (14 Juni 2017)

#level 1
#day13
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 12 Komunikasi Produktif : Anak Sakit itu Rasanya.....

Sedih adalah ketika anak yg kita sayang tiba-tiba sakit, yaahh meskipun cuman batuk pilek sih,,,, tapi sedihnya ituuuuu karena pastikan hidungnya mampet. trus ga bisa bobo, ga mau makan, dll...


anaknya pun akhirnya selalu minta gendong, peluk dan diperhatikan lah pokoknya, tapi sedihnya lagi, karena harus ngantor, dan ga bisa ijin cuti dikarenakan ada presentasi ke BOD, maka terpaksa meninggalkan anak dirumah bersama mbak dalam kondisi flu.

di kantor pun sebetulnya juga kepikiran yang dirumah, sehingga agak-agak mempengaruhi mood yg membuat irit bicara pada semua orang. 

keetika pulang merupakan hal yg paling ditunggu-tunggu, karena ga sabar pengen ketemu anak, dan menanyakan kabarnya bagaimana, apakah masih pilek, makannya banyak ga, dll...

alhamdulilah, ketika sampai rumah, anaknya menyambut dengan ceria, masih terlihat sedikit ingus sih di hidung, tapi anaknya tetap ceria seperti biasa. dalam hati hanya bisa berkata : Hebat sekali anak kecil ya, walau sakit masi terlihat ceria.. bahagia dan tidak susah. orang dewasa pun sepertinya perlu mencontoh perilaku seperti ini ya kan?

setelah makan besar, maka saya pun langsung menggendong anak. menanyai keadaan nya nya bagaimana, makannya banyak tidak, apakah kepalanya pusing, dll.. tentu saja yg digunakan adalah poin empati dan intonasi suara yg ramah.

cepet sembuh ya nak, ya meski diri senditri juga flu, tapi semoga anaknya duluan yg sembuh,, Amin.

Hari Ke-12 (13 Juni 2017)

#level 1
#day12
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Monday, June 12, 2017

Cerita Hari 11 Komunikasi Produktif : Waktunya Tidur Sayang

di Hari Senin ini,,, kondisi kantor membuat saya pun akhirnya buka diluar, buka diluar berarti akan pulang ke rumah dengan terlambat, dan papanya ayman juga sudah diinfo plus sudah minta ijin kalau pulang telat karena bukber.

nah,setelah sampai rumah, ternyata si  ayman sedang main bersama papanya sementara itu, mamanya pun harus mandi bebersih dan ngerjain peer iip *eh*

problemnya adalah, ketika mamanya ga muncul-muncul, ayman pun mencari mamanya yg dia pikir kok uda pulang tapi ga masuk ke kamar sih.....nah di saat dia keluar kamar dia pun menyadari bahwa mamanya lagi seru di depan laptop... hahahahah mulailah ayman mencoba pencet2 keyboard, dan mama berjibaku untuk cari cara supaya file -file yg kebuka ga di closed.

kemudian, karena waktu juga uda hampir pukul 9 malam, mama pun menawarkan ayman untuk pergi tidur... karena mamanya juga masih mau ngerjain Peer yg lain, plus jam 9 merupakan jam tidur ayman..

akhirnya lagi-lagi dilancarkan komunikasi dengan poin : Katakan yg diinginkan, bukan tidak diinginkan

Mama : Ayman, Bobo yuk nak, sudah malam, besok pagi biar bisa bangun pagi nak

Ayman : bobok bobok, disitu (nunjuk kamar)

Mama : Iya nak, yuk bobo

Ayman : mama nenen...

Mama : iya boleh nenen tapi bobok ya naaakkk...

Ayman : iya, oke

Mama : *sambil ngelonin ayman,mata ikutan sayup-sayup*

Nah akhirnya sukses juga ngelonin ayman si mamanya, dan bisa lanjut ngerjain peer....
alhamdulilah


Hari Ke-11 (12 Juni 2017)

#level 1
#day11
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 10 Komunikasi Produktif : Sabtu Bersama Mama dan Papa

Sabtu kali ini banyak sekali aktivitas yang dilakukan, selain ada pesenan Lasagna yang alhamdulilah cukup banyak, juga akan ada buka bersama temen-temen sewaktu kuliah yg lokasi nun jauh dari rumah tapi atas nama silahturahmi maka tetap aja dijabanin....

setelah semua (papa, mama dan Ayman) Siap untuk berangkat, maka kamipun berangkat menuju tempat buka. dan dalam perjalanan pun saya teringat, bahwa anak balita saya ini belom bobok siang. sayapun sudah berpikiran, duhhh,,, pasti rewel ni sepanjang perjalanan kalau bobo begini....

eh tapi tak diduga,. Si anak tiba-tiba minta susu, kemudian sambil menunjuk nunjuk bantal dia pun berbaring di kursi mobil, pake alas bantal, sambil minum susu. di saat sedang menikmatu susunya maka mamanya pun mengajak ngobrol si anak.

Mama : Ayman apa capek nak? seharian belom tidur sama sekali nak..

Ayman : mama minta susu

Mama : Mau susu karena ngantuk mau bobo ya nak

Ayman : Tidur Tidur...

Mama : oke ayman, ini susunya sudah dibikin mama, sekarang tinggal bobonya ya nakkkk

Ayman : Okeee....


kali ini sih poin yang dipakai adalah : Mengatakan yang kita inginkan dan Berempati

Sementar itu, saya dan papanya pun asik ngobrol2, tentang apapun... sehingga di dalam perjalanan pun bisa terjadi lho yg namanya family forum tsb..

Hari Ke-10 (10 Juni 2017)

#level 1
#day10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Cerita Hari 9 Komunikasi Produktif : Menemani Mama Makan

Hari ke 9 ini kebetulan bertepatan dengan Hari Jumat, tahu sendiri kan keadaan jalanan ketika Hari Jumat itu seperti apa? mau pulang jam berapa aja pastilah macet...cet...cet..apalagi di Bulan ramadhan ini, meski dipulangkan lebih awal, tapi sepertinya semua kantor juga pulang lebih awal jadinya yaaa... alhasil jalanan makin macet karena pasti orang-orang juga pengen buka bareng keluarga dirumah.
alhamdulilah kena macet biar sabarnya semakin bertambah kan ya??? 😁😁

Nah.. ketika sudah berjibaku dengan macet, dan sampai kerumah, kondisi nya pasti sudah sangat lelah secara fisik dan juga pikiran.... yang pertama kali dikejar pasti sholat magrib dulu, biar sholatnya ga ketinggalan, kalau takjil sekedar air putih dan cemilan atau kurma sih alhamdulilah sudah dipake buat baatalin puasa pas perjalanan.

nah ketika sholat magrib, yg namanya ibu-ibu yg punya anak dan masih balita, pasti juga pernah merasakan balitanya sangat teramat rindu pada ibunya kemudian langsung nemplok minta gendong...
ya padahal ibunya juga belom mandi, belom makan besar, dan juga belom leyeh-leyeh.

abis minta gendong, so pasti anaknya minta main,perut ibunya krucuk krucuk eh si anak tetep minta main, mulai kuda-kudaan, robot-robotan, baca buku dan lain lain..

sampe pada akhirnya ibu yg kelaparan ini mulai mengajak anaknya memberikan solusi win-win agar si anak tetap bisa bersama ibu nya dan ibu bisa makan dengan tenang...

poin yg dipakai untuk mengajak si anak makan bersama adalah : mengatakan yg kita inginkan, bukan tidak kita inginkan dan intonasi suara yang lembut.  kurang lebih prakteknya seperti ini :

Mama : Ayman, mama lapar ayman apa mau nemenin mama makan

Ayman : Mauuu

Mama : Ayman nanti duduk di kursi ya, di sebelah mama ikutan makan. mau ya nak?

Ayman : Okee

dan anaknya pun akhirnya mau duduk dengan tenang sambil mainan sendok garpu yg dibongkar-susun-bongkar-susun. mamanya pun bisa makan dengan tenang tanpa harus terburu butu

Hari Ke-9 (9 Juni 2017)

#level 1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
















Cerita Hari 8 Komunikasi Produktif : Minum Madu Biar Sehat

Kali ini Drama yang terjadi adalah ketika Ayman tiba-tiba menolak untuk diberi madu, sempat tidak tahu alasan apa yang membuat ayman menolak madu padahal biasanya kalo dikasi pun, sendoknya akan direbut kemudian madunya bakalan diminum sendiri. 


si mbak pun laporan kalo ayman susah sekali dikasih madu, kata si mbak kayak perang, trus anaknya nangis-nangis saking merasa dipaksa dan akhirnya mbaknya pun nyerah, 

akhirnya saya bilang si mbak supaya ngasih madunya nunggu saya pulang saja, nanti biar saya yang coba sendiri siapa tahu anaknya mau. 

akhirnya ketika saya pulang, saya coba untuk merayu ayman, tentunya dengan penuh keyakinan bahwa si Ayman akan mau minum madunya, 

kira kira percakapannya seperti ini : Ayman, anak baik, ayo nak madunya diminum. supaya ayman sehat, kuat dan tumbuh besar.

eh ajaibnya, ayman yg tadi bibirnya rapet pet, langsung buka mulutnya looooh....

mungkin ini adalah kekuatan dari poin komunikasi produktif  "mengatakan yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan" dan poin kedua adalah "penggunaan intonasi yg ramah dan lembut"

Hari Ke-8 (8 Juni 2017)

#level 1
#day8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sunday, June 11, 2017

Cerita Hari 7 Komunikasi Produktif : Ngobrol Santai

Sehubungan dengan komunikasi produktif dengan anak masih tetap memakai poin "berempati" dan kemungkinan contoh kasusnya adalah sama yaitu sewaktu anak rewel atau menangis, maka di hari 7 ini ceritanya adalah mengenai komunikasi dengan pak suami.

ketika di grup sedang membahas Family forum, maka saya pun teringat bahwa tanpa disadari di keluarga saya dan suami ini sering banget melakukan family forum ini meskipun ya ga resmi resmi dan terjadwal amat, tapi at least seminggu sekali kami lakukan.

kalau dulu pas masih tinggal bersama keluarga sih, family forum nya terkait dengan gimana sekolah adik adik, mau masuk kuliah apa, rencana liburan kemana, dsb.  nah ketika saat ini bersama pasangan kami pun sebenarnya sering sekali melakukan family forum atau yg kita sebut ngobrol santai tapi bermakna ini. biasanya sih kalau hari biasa kita lakukan pas makan malam, atau pas suami bantuin saya masak orderan atau pas sebelum tidur.

nah pas hari ke 7 ini, karena sedang ramadhan makan forumnya pun diganti pas makan sahur, lagi-lagi saya menerapkan poin clear & clarify dan sebenarnya secara ga langsung juga ada choose the right time dan intensity eye contact. karena kapan lagi kan kan kalau ga pas sahur kita bisa ngobrol aga serius berdua..

topiknya sih ga jauh jauh ya dari rencana masa depan, mimpi kita ataupun ibadah kita sudah seperti apa, dan kadang-kadang meski suami lebih banyak diam, dan saya yg lebih banyak bicara, tapi setidaknya banyak hal yg bisa dihasilkan dari forum sahur tsb. dan suami pun penerimaanya bisa lebih baik ketimbang membahas hal yg sama pada waktu sebelumnya...

semoga seterusnya akan seperti begitu,, amin.

Hari Ke-7 (7 Juni 2017)

#level 1
#day7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 6 Komunikasi Produktif : Supaya Pak Suami Bisa Paham

Hari Ke-6 ini gantian untuk praktek dengan si bapak suami, setalah 5 hari sebelumnya menggunakan poin Choose the right time, untuk kali ini poin yang digunakan adalah "Clear & Clarify"

nah pak suami ini adalah tipe yg memang tidak bisa mengingat sesuatu apalagi jika sesuatu itu dianggap sebgai hal yang tidak menarik atau tidak belia inginkan. jadi memang seharusnya sudah dari dulu harusnya saya melakukan poin clear & clarify ini jika pengen pak suami menuruti dan mengerti maunya kita...

singkat nya, saya sedang belajar untuk bisnis online makanan homemade. disini pak suami bertindak untuk mengatur segala jenis pemasaran, iklan, dsb. nah sudah 2 mingguan kami memasang iklan namun feedback dari calon customer sangat lah sedikit, berbeda dengan beberapa waktu lalu saat saya memasang iklan.

walhasil saya pun meminta pak suami untuk melakukan sesuatu terhadap hasil iklan tsb. akhirnya dipilihlah waktu saat makan sahur, setelah selesai makan dan menunggu imsak, saya pun membuka percakapan (ya sebenarnya ada point choose the right time jugas sih) percakapan saya buka dengan kalimat :

saya : pap, kelihatannya iklan yg baru kita pasang 2 mingguan ini gak sukses deh.

suami : oh iya masak? kenapa gitu?

saya : iya pap, soalnya jarang banget yg nanya soal produknya, baik nanya di socmed atau via japri.

suami : oh gitu yaa

saya : iya pap, boleh minta tolong ya, coba dianalisa kenapa bisa begitu, mungkin ada kesalahan di target marketingnya pap kali aja kita kurang fokus dan terlalu banyak bias (biasanya sih klau ada apa apa terkait sebuah kegagalan saya sudah ngemeng panjang kali lebar kali tinggi yg ujung2nya suami juga lupa saya ngomong apa,, hahahhahah)

suami : oke, kasi aku waktu ya, nanti coba deh aku liat masalahnya dimana. ntar sore aku kasi tau deh

dalam hati saya, wah alhamdulilaaah langsung di respon, coba kalau saya ngomongya ngomel dan panjang2 yang ada cuman di iyain tapi ga dilakukan....


Hari Ke-6 (6 Juni 2017)

#level 1
#day6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 5 Komunikasi Produktif : Baca Buku aja yuk nak...

sebelum nulis pengen minta maaf dulu karena tulisannya suka dirapel-rapel padahal prakteknya alhamdulilah sudah tiap hari.

kali ini untuk poin komunikasi produktif dengan anak adalah : "mengatakan yg kita inginkan, bukan yang kita tidak inginkan"

singkat cerita seperti ini kejadiannya.

karena di kantor pekerjaan sedang hectic-hecticnya, maka saya pun membawa laptop pulang kerumah untuk mengerjakan tugas dari kantor yang akan dipakai keesokan harinya tepatnya di Hari Senin.
jujur, saya sebenarnya sangat benci untuk membawa pekerjaan rumah dikantor, tapi bagaimana lagi ketimbang saya lembur dan pulang kerja sampai malam, akhirnya saya pun membawa laptop pulang kerumah dengan harapan untuk mengerjakan tugas kantor ketika anak saya tidur.

alhasil ketika selesai sahur dan sholat subuh saya pun membuka laptop untuk mengerjakan tugas kantor itu. namun ternyata eng ing eng... si Ayman ikutan bangun dan mulai ikut-ikutan ngerjain tugas a.k.a ngerecokin ibunya ini untuk mengerjakan tugas.... hahahah duh bisa ga selese ni. batin saya waktu itu..

kemudian, ketika ayman sudah mencoba untuk pencet-pencet tombol keyboard. maka saya pun mulai memikirkan perkataan apa yg bisa membuat ayman tidak pencet-pencet si laptop waktu itu yg melintas dipikiran adalah perkataan jangan..jangan..jangan...

tapi karena ingin berkomunikasi secara produktif, maka kata-katanya pun saya ganti menjadi... Ayman, kita baca buku saja yuk, laptopnya buat mama kerja. awalnya ayman sih tidak mau tapi kemudian saya jelaskan bahwa baca buku lebih menarik daripada mainan laptop, karena laptop mama ga ada gambar sedangkan buku Ayman lebih bagus, dll.

sampai pada akhirnya anaknya pun mau membaca buku dan meninggalkan si laptop. alhamdulillah.

Hari Ke-5 (4 Juni 2017)

#level 1
#day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 4 Komunikasi Produktif : Memahami Sedihnya Anak

Assalamualaykum..

Pernahkah ibu ibu merasa kadang anak sering nangis sendiri tanpa sebab yg jelas, atau karena hal sepele nangisnya kencanggg sekali, atau ya mereka ingin nangis aja. 😭

nah kadang saya sendiri pun suka bingung jika ada dalam kondisi, gak ada angin gak ada hujan (menurut saya) eh tapi kenapa nih anak kok tiba tiba nangissss... nah nah kalau sudah begini, akhirnya jurus yg dipakai adalah duluuuu selalu mengalihkan perhatian anak, dan mengajak anak untuk bercanda sehingga lupa dengan sedihnyaa..  naahhh, kalau sekarang karena mencoba mengamalkan komunikasi produktif yg adalah poin : Berempatilah pada perasaan anak. 

nah, karena mamanya ayman ini masih sering menganggap ayman adalah anak kecil sehingga kadang mama suka khilaf kalau ayman bisa juga ditanyain loh soal perasaannya.. akhirnya ketika ayman menangis, saya pun bertanya pada dia selayaknya orang dewasa seperti ini :

"Ayman kenapa sedih nak..??? mamanya boleh dikasi tahu kenapa kok menangis??

-oke aymannya diem, tapi atleast nangisnya berhenti-

"Ayman mau dipeluk mama? biar sedihnya ilang?

-aymanya bilang "mau" trus minta peluk dan kepalanya disenderkan-

"nyess, mama jd terharu" terus anaknya tiba tiba senyum dan ketawa,

ya mungkin si ayman juga belum bisa secara jelas ngomong maunya apa, sedihnya karena apa,
tapi ya paling tidak perasaannya sudah bahagia lagi kan yaaa....

Hari Ke-4 (3 Juni 2017)

#level 1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Thursday, June 8, 2017

Cerita Hari 3 Komunikasi Produktif : Jangan Nangis Nak!

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Oke, masih melanjutkan tantangan Level 1 dari Games Komunikasi Produktif, poin yang digunakan kali ini masi dengan menggunakan intonasi yg lembut plus plus plus mengendalikan emosi 😎

berhubung saya masih kerja di ranah publik, dengan status karyawan kantoran yang punya jam kerja tetap selama senin-jumat jam 08.00-17.00 teng! maka setiap hari drama yg akan terjadi adalah ketika anak balita lucu saya itu menangis-nangis mencegah saya pergi ke kantor... hehe menangisnya sebenarnya lebih kepada karena ia ingin ditemani bermain lebih lama dan juga kadang sebagai pelarian jika lagi gak mood disuruh makan 😭

nah kali ini ketika saya berangkat kerja, saya sudah mulai sounding pada balita saya tersebut, bahwa saya masih harus bekerja, nanti ketika pulang kita masih dapat bermain bersama, dan bekerja adalah kegiatan yg saat ini mama harus lakukan demi memenuhi mimpi keluarga. sebenarnya setiap hari sudah diulang-ulang untuk berkata dan pamitan dengan lembut pada anak. dan tidak pernah bohong sekalipun. kemudian diakhiri dengan cium tangan dan cium kedua pipi anak saya.

sehingga hasilnya pun, balita saya bisa lebih ikhlas ditinggal bekerja, dan dia pun bisa melepas kepergian dengan senyuman dan lambaian tangan. alhamdulilah.

Hari ke-3 (2 Juni 2017)

#level 1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Thursday, June 1, 2017

Cerita Hari 2 Komunikasi Produktif : Mama Harus Ramah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Melanjutkan ke Hari Ke2 nih ya ceritanya... tapi untuk kali ini saya akan cerita soal pengalaman bersama anak saja, karena untuk komunikasi dengan suami, tampaknya dalam 2 hari ini masih lancar lancar saja. hehehe 😆

karena hari ini hari libur, maka saya yang biasa nya bekerja di Kantor pun menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya,.. *Cieh*

nah, kebiasaan anak sholeh saya si Ayman kalau saya berada di rumah, akan manja semanja nya dan intinya maunya nempel melulu sama emaknya ini, mungkin ibu-ibu lain juga banyak yg senasib dengan saya yaaa.. 

Nah si Ayman pasti akan melibatkan saya untuk melakukan segala aktivitasnya termasuk bermain. ya siapa yang bisa menolak ajakan anak untuk bermain kan ya. tapi kali ini ayman mengajak saya untuk bermain pasir / kinetic sand, yg mana mainan tersebut kan rusuh, ngotorin rumah, males beresinnya, dll... 

tapi namanya juga pengen nyenengin anak, masak iya ditolak 😂  

15 menit pertama, mainnya masih anteng, ga berantakan, pasir masih dicetak dan ditaruh ditempatnya...
namunnnn... beberapa saat kemudian,,, iyaaa pasirnya mulai dilempar lempar ke keluar bak nya, plus dilempar ke emaknya ini. anaknya juga dengan brutalnya lari kesana kemari, dan ceceran pasir terjatuh dimana-mana di lantai yg baru 15 menit lalu dipel sama si mpok ART dirumah (sabar ya mpok 😭)

okeh, karena saya merasa hal-hal ini (ceceran pasir dimana-mana, ayman berlarian) harus segera dihentikan, maka saya pun langsung menghela napas dan memanggil Ayman. 

Saya : Ayman, mainnya apa sudah selesai nak?
ayman : sudah 
Saya : mama minta tolong pasir sama cetakannya diberesin ya nak
ayman : oke (sambil lempar lempar pasir)
Saya : caranya mama tunjukkan ya, bukan dilempar begitu
akhirnya saya mencontohkan cara beres-beres mainan dan pasir itu ke dalam wadahnya. 
dan ayman pun mengikuti saya. step demi step membereskan mainan.

ketika semua pasir sudah masuk dalam tempatnya, maka saya pun memberikan pujian ke Ayman. Terimakasih ya nak sudah bantu mama, sudah bersih sekarang rumahnya, giliran bajumu mama bersihkan ya. Ayman pun tersenyum. 

nah, dari sini pun saya tertegun betapa dahsyat kekuatan intonasi dan tutur kata ramah kepada anak. sehingga efek yg didapat pun sangatlah positif. 

Hari ke-2 (1 Juni 2017)

#level 1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Cerita Hari 1 Komunikasi Produktif : Intonasi dan Saat yg Tepat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

kali ini blog saya yg sudah sekitar 2 tahunan mati suri, akhirnya hidup kembali.. hahhaha

tentunya berkat mengikuti kelas Bunda Sayang IIP. maka akhirnya blog ini bisa kembali ditulisi kembali, tentunya dengan beberapa hal yang terkait dengan kelas bunda sayang sendiri maupun tulisan lainnya yang semoga dapat menjadi inspirasi.

untuk di postingan perdana ini, bahasannya adalah mengenai komunikasi yang efektif dan produktif. ya,meskipun saya sarjana lulusan komunikasi juga tidak serta merta loh saya pandai dan tepat dalam hal berkomunikasi. ada kalanya saya juga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ini, dikarenakan beberapa perbedaan sudut pandang, pola asuh dan hal lain yang membuat adanya hambatan dalam penyampaian makna berkomunikasi tersebut.

untuk kali ini, saya mencoba berlatih komunikasi efektif ini pada orang terdekat saya yaitu pasangan dan anak balita saya yg baru berumur 21 bulan

poin yg saya gunakan kepada pasangan adalah : Choosing the right time
sedangkan poin yg gunakan untuk anak saya adalah : Kendalikan Intonasi Suara dan gunakan suara Ramah

experiencenya seperti ini :

1. Terhadap Pasangan

suami merupakan orang yang sangat dipengaruhi oleh timing dan suasana, hal ini juga baru saya ketahui semenjak menikah, dikarenakan waktu pengenalan yang tidak terlalu lama akhirnya saya baru bisa memahami bahwa tipe suami saya adalah orang yang jika dia merasa nyaman, kenyang, bahagia baru dia bisa menangkap sebuah informasi.  pada tanggal 31 Mei merupakan hari ulang tahun pernikahan yang ke 3, Tentunya suami dalam keadaan yang juga bahagia waktu itu. nah disinilah kesempatan saya untuk bisa meminta pertolongan atau menyuruh suami melakukan sesuatu, simple nya  begini sejak bulan lalu saya sudah menyuruh suami untuk mencari tiket mudik... dan ternyata oh ternyata sampai minggu lalu pun beliau belum membeli dan juga mencari tiket tersebut, alhasil saya pun was was harga tiket akan semakin melonjak naik..

nah, karena pada tgl 31 Mei kemarin suami dalam kondisi yang bahagia, akhirnya sewaktu pulang ke rumah, dan sehabis buka (keadaan sudah senang, perut kenyang) maka saya pun mengulangi permintaan saya untuk membeli tiket mudik lebaran.. alhasil hanya dalam waktu 5 menit, tiket tersebut sudah terbeli pulang pergi, tanpa perlu menunda nunda sebulan lamanya.
alhamdulillah 😆😆😆😆😆😆😆😆


2. Terhadap Anak

bagi ibu ibu yg mempunyai anak balitanya berusia hampir 2 tahun,tentunya pernah mengalami masalah komunikasi dengan balitanya. putra saya ini sebut saja namanya Ayman, merupakan anak yg mandiri. ketika saya dan suami makan bersama ayman juga ikut makan dan duduk diatas high chairnya sambil menemani kami makan, nah disaat makan ketika ayman sudah merasa bosan atau kenyang dia akan menjatuh-jatuh kan sendok, piring, atau apapun itu untuk membunuh kebosanan plus mendapat perhatian dari kami yg sedang asyik makan,

Diwaktu yg lalu ketika ayman menjatuhkan sendok sendok tersebut, saya pasti langsung rewel dan bilang : Ayman jangan begitu, jangan dijatuhkan sendoknya, mama capek nih mungutinnya, dan ayman pun semakin menjadi-jadi untuk menjatuhkan sendok tersebut 😢😢  nah, akhirnya perkataan saya yg rewel dan galak tersebut saya ganti dengan kata-kata : Ayman sayang, si anak sholeh ayo sendoknya dipegang saja yah sini dikembalikan ke mama, bukan dijatuh-jatuhkan.  dan berulang-ulang dengan suara yg ramah, intonasi yg rendah sehingga ayman pun tidak melakukan hal itu lagi..

perubahan terhadap saya dalam kedua cerita diatas, pada suami akhirnya saya bisa mengerti kapan waktu yg tepat untuk meminta bantuan atau pertolongan. sedangkan kepada anak, saya akan berusaha untuk memakai intonasi suara yg ramah dan juga termasuk pengendalian emosi di dalamnya.

Hari ke-1 (31 Mei 2017)

#level 1
#day1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip