Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Sunday, June 23, 2013

Makassar Trip : A Heaven Culinary


Makassar merupakan salah satu kota yang ada di Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan.
Kota Makassar ini, merupakan daerah di Sulawesi yang dijadikan hub, bagi kita yang berada di Indonesia Barat untuk menuju ke Indonesia Timur. Dari sisi kota nya sendiri, Makassar merupakan kota yg berada di Tepi Laut (Pantai) sehingga kaakteristik dari Kota ini pun, serupa dengan kota-kota pantai lainnya,  yaitu udara panas, Lembab dan terik.

Namun, Makassar mempunyai suatu daya tarik tersendiri yaitu wisata kulinernya. Bagi saya pribadi, Makassar adalah surganya makanan enak. Apalagi jika orang tersebut adalah penggemar daging. Pasti sangat betah untuk tinggal di Makassar. Supaya tidak membuat penasaran. Saya akan mulai urut satu2, apa saja yang saya makan sewaktu di Makassar

1. Coto Makassar Nusantara  - Jalan Nusantara (depan pelabuhan makssar)
Apa yg special dari coto ini, yang pasti tidak sama dengan coto daging yang ada di Jawa, coto Makassar bila ditelusuri memiliki kesamaan rasa dengan rawon, namun ditambahkan tumbukkan kacang  di dalam kuahnya.  Potongan daging yang tidak terlalu besar namun cukup banyak, membuat coto Makassar ini terasa istimewa. Coto ini dimakan dengan buras. Dan cobalah makan dengan cara orang Makassar. Yaitu dengan cara menyendok buras dahulu, dan buras yg ada dalam sendok tersebut dikuahin. (susah ini jelasinnya :D)
Harga :
Coto : 15ribu-18rb tergantung isian. Mau daging atau campur
Buras : 1 biji 1rb saja.

2. Konro Karebosi – Jl. Gunung Lampobatang
Konro pada dasarnya adalah Iga dalam bahasa Makassar.  Disini kita akan menyantap suatu hidangan konro yang sangat special baik dari segi rasa maupun ukuran.  Ada beberapa menu yg ditawarkan disini, antara lain Sop Konro, Konro Bakar, Sop Kikil, dsb. Namun yang khas pastinya adalah Sop Konro dan Konro Bakarnya. Rasa dasar sop konro serupa dengan coto Makassar, namun di sini kuah konro tidak diberikan kacang yg dihaluskan, melainkan kelapa yg dihaluskan dan juga kelapa kering, sudah kebayang kan gimana gurihnya???  Konro ini dimakan bersama nasi putih, dan hati-hati, pasti nasi nya lebih cepat habis duluan daripada konronya. 
Harga :
Konro : 38 rb, Nasi Putih : 4 rb, Minuman : 4rb – 12rb

3. Ikan Bakar – Rumah Makan Paotere (dekat Pelabuhan, Masuk kompleks AL)
Kelebihan dari Makassar, karena daerah pantai maka hidangan seafoodnya pasti sungguh-sungguh sangat lezat. Lezat karena ikannya segar  dan bumbu yang dipakai sangat simple, hanya garam dan sedikit minyak saja.  Ikan yang saya pesan waktu itu adalah ikan Cepa dan Baronang keduanya dibakar, dan saya juga memesan Cumi Goreng tepung. Ikanya enak meskipun saya lebih rekomendasi salah satu ikannya di goreng saja. Dan cumi gorengnya juga enak, karena yang digoreng adalah cumi dengan ring yg besar-besar. Satu hal yg pasti, dalam menikmati ikan bakar, maka sambal yg disajikan juga harus enak, sambal yang disajikan adalah sambal  dabu-dabu dan juga ada bonus bumbu kacang serta bonus kuah sayur, yang cita rasanya mirip sayur lodeh, tapi tanpa bumbu yg lengkap. Oh iya, di dalam menikmati hidangan ikan di makassar, kita sendiri yang pilih ikannya. Dan kita sendiri yang mau memilih diolah dengan apa.
Harga :
1 buah ikan rata-rata 35rb-40rb, begitu juga 1 porsi cumi atau olahan laut lainnya.

4. Pallu Basa Serigala – Jl. Serigala
Pallu basa merupakan makanan khas Makassar dengan bentuk yang mirip dengan coto atau sop konro. Kuah nya sama-sama berwarna coklat gelap, namun di pallu bassa yg sedikit berbeda adalah tambahan ketumbar yang banyak dan potongan daging yang lebih besar daripada potongan daging di coto Makassar, pallu basa  berisi campuran daging, dan jerohan sapi. Namun bisa juga jika kita hanya memesan daging saja. Jika ingin memberikan sentuhan rasa berbeda, maka bisa ditambahkan Telur ayam mentah di dalam pallu basa nya. Dan dimakan bersama dengan nasi putih.
Harga :
1 Porsi pallu basa 15rb,nasi 4rb.

5. Jajanan Khas Makassar – Jl. Lasinrang
Bagi yang suka bertanya-tanya, jajanan apa yg khas dari Makassar, ketika saya mampir di Jl. Lasinrang, rata-rata yang dijual adalah Lumpia Sulawesi, Jalankote dan Otak-Otak. Untuk jajanan manisnya, mungkin kita semua pasti kenal dengan nama es pisang hijau. Lumpia Sulawesi berbeda dengan lumpia yg ada di jawa atau semarang, isiannya tidak menggunakan rebung. Melainkan bihun, sayuran dan daging.  sedangkan jalangkote sendiri, seperti pastel namun diisi kentang, potongan wortel dan irisan daging ayam. Yang membuat beda adalah bumbu atau sambal yang digunakan untuk mencocol jalangkote atau lumpia. Sambalnya pedas dan gurih, sedangkan untuk  otak-otaknya, saya lebih suka otak-otak batam. Karena menurut saya, otak-otak Makassar masih kurang berasa  ikannya J  
Harga :
Es pisang ijo : 17rb
Lumpia & Jalangkote : 7rb
Otak-Otak : 4rb

6. Pallu Mara & Ulu Juku  – Rumah Makan Ulu Juku di Jl. Racing
Pallu Mara merupakan makanan dengan bahan kepala ikan, ikan kakap merah yang dimasak dengan kuah santan. Rasanya mirip dengan gulai kepala ikan versi padang. Namun entah kenapa pallu mara yang saya makan kali ini sangat segar dan lezat sekali. Untuk Ulu Jukunya, menggunakan bahan utama kepala ikan, namun kuahnya segar dan asam, tanpa santan. Mirip dengan masakan pindang ikan, namun tanpa cabe merah yg berlebihan.  Saya sangat rekomendasikan untuk makan disini. Karena rasa masakan tersebut, keduanya enak banget!
Harga :
Pallu  Mara : 37rb
Ulu Juku : 37rb  

7. Bakso Khas Makassar (NyukNyang) - Depot Ati Raja -  Jl. Gunung Merapi
Bakso di Makassar biasa disebut Nyuknyang, Bakso ini jika kita memesan paket komplit 1 Porsi  maka kita akan mendapatkan bakso halus, bakso kasur dan Bakso goreng. Untuk rasa bakso halusnya, standar seperti bakso halus pada umumnya, kalau bakso kasarnya, tidak menggunakan tapioka seperti di jawa,  tapi menggunakan tepung sagu. Sedangkan yg paling beda dan enak, adalah bakso/nyuknyang gorengnya. Rasanya enak dan gurih, serta dimakan dengan sambal  yang juga sedap rasanya.  Disini, juga dapat membeli nyuknyang untuk oleh-oleh. Dengan kemasan berisi 5 porsi atau 10 porsi, dan sudah dikemas dalam kardus yang cantik.

1 porsi nyuknyang :  20rb
Nyuknyang 5 porsi untuk take away : 100rb

8. Mie Titi – Jl. Datumusseng
Mie Titi adalah Mie Kering yang disiram kuah kental yg terdiri dari sayuran seperti isian capcay dan potongan ayam. Yg special adalah, mie keringnya tipis-tipis dan gurih, kemudian potongan ayamnya besar-besar.  Beberapa jenis mie  kering juga banyak ditemui di Makassar.  Tapi yang paling terkenal ya mie titi ini.
Harga :
1 Porsi Mie Titi : 17rb

Itulah  beberapa makanan khas yang sudah saya makan di Makassar, untuk makanan lainnya belum sempat saya coba, karena terbatasnya perut dan juga waktu untuk mengunjungi tempat-tempat makanan tersebut satu persatu.  Sedangkan untuk makanan khas lain, akan saya beritahukan lokasinya saja ya, seperti :
-          Sop Saudara di Jl. Irian
-          Sop Ubi di Jl. Datumuseng
-          Pisang Ijo dan Camilan Makassar lainnya di Rumah Makan Bravo Jl. Andalas
-          Nasi Kuning di Depan RRI
-          Ayam Goreng Sulawesi – banyak Tempat
-          Rumah Makan Seafood lain, seperti RM Dinar, RM Lae-Lae, RM Apong.
-          Pisang Epe  di sekitaran Pantai Losari. 

Sekian  dulu untuk tempat kuliner yang ada di Makassar . untuk tempat wisatanya akan saya postingan selanjutnya.  :)


Tuesday, November 20, 2012

Jogjakarta : Around the City

Yeay... its time for Jogjakarta again!!

Now i would tell about Jogjakarta in a domestic-tourist-point of view,so if you read the previous post, i didn't tell many stories about the tourism object, food and others, but in this post i try to complete the previous one with some story and information. and hope it will help to all of you who want to visit Jogjakarta :) 

WHY?
I attend my best friends wedding at Jogjakarta, the wedding it self held on Sheraton Mustika Hotel, near Adisucipto Airport (Jogjakarta Airport), it is 5-star hotels in jogjakarta, with a very beautiful atmosphere and a big ballroom. 
Sheraton Mustika Hotel 

WHERE To stay?
i stayed at Ibis Style Hotel, in Jalan Dagen, this hotel near with Malioboro street (is about 800 m only).
this hotel has some facilities such as : Spa and Massage, Swimming Pools,live music in Saturday nights, pool side bar, restaurant, cafe and basement parking. the room rate for this hotel aren't really expensive,for one night room, it will cost about IDR 600k-800k depend on the promotion or the season (peak season will be more expensive). 
Next to the hotel,we could find some pedcab driver which ready to assist us to enjoy Jogjakarta street with cheap price and interesting journey. but if you want to go by a walk, it is really nice too.

Pool side @Ibis Style
Taken from accorshotels.com

Room @Ibis Style
Taken from accorshotel.com

WHERE To visit?
Malioboro Street 
in this street we could find many of shops which sell batik, it could be batik cloths, batik fabrics,  souvenirs and many things was made from batik. mostly of shops here sells its batik with fixed price. you can directly saw the price in the price tag, and paid for it to the cashier. :)
on the head of the street, we also find Pasar Beringharjo, which is traditional market here, and sells traditional foods, and also any kind Batik with a low price. don't forget to bargain the price while we go for shopping here, if you're lucky, you can get 50% discount from the seller :)

Taman Sari Area
I went there by rent a pedicab (with the driver, for sure) why, just because we can go around the street and enjoyed the side by side of the street. in this street we could find Rumah Batik, the shop of batik which sell batik, with higher quality than in Malioboro (based on the pedicab driver testimony). i found awesome Batik Clothes and Batik Scarf, and guess what, the prices are reasonable and we got 20% discount for all stuff we bought here when we visited. :)

not really far from Rumah Batik, i found the house which sell Batik painting (this place also recommend  by pedicab driver). inside the house we could see many  batik paintings with some models, objects and color, mostly of the objects, can be a traditional puppet (wayang kulit) or life creature (bird, trees, etc) 

my man bought one of the paintings, the object was Rama-Sinta but in the different angle not like an usual painting (nor like the picture below :p), the philosophy behind the painting was faithfully. kinda nice and serious isn't it? 

Rama-Sinta Puppet
taken from http://wayangprabu.files.wordpress.com

Keraton Jogjakarta 
Keraton was become the Jogjakarta King House (Sri Sultan Hamengkubowono X), but nowadays i  thought sri sultan live in his own house *hehehe* and the keraton it self, used for any special events in Jogja, and when it wasn't occupied, it can be the tourism object in Jogja.
there are some bangsal (room) in keraton, one and another room have different function, and nowadays its used for display the historical stuff from Jogjakarta royal heritage, and it could be a museum too. i a weekend, we could see the traditional dance performance in Keraton. i didn't know exactly what's the dance name. but the dance was very beautiful (maybe it is serimpi dance??)

Dance Performance in Keraton
the interesting part is, if you are the vintage stuff fans, you'll be very happy to be here, because what, so many vintage stuff are here, such as : iron chair, iron table, chandelier, cupboard, and many more in very vintage and old fashioned way.
@Keraton Jogja 


WHERE To eat? 
since it is only 2 days trip, i didn't go to many restaurant in Jogjakarta. so the recap for my eating place are :
1. Bakmi Jawa and Nasi Goreng, Jalan Dagen
the taste of Bakmi jawa and Nasi goreng (we ordered fried bakmi jawa, and Nasi goreng Babat) was surprisingly delightful and delicious. it is only small stalls, but the foods was hilarious for us.

2. The Ibis Styles Resto.
yes for sure, we ate our breakfast here. the breakfast was very nice, complete and delicious also. we serve ourselves with buffet. many choices of dishes, snacks and drink.

3. Oyot Godong Resto, 3nd floor of Mirota Batik, Malioboro
the restaurant have very edgy concept, it combined with stage for cabaret performance and also the dinning place,some materials are made from wood. the menu on this resto was very funny and creative, such as :  Es Perawan Tancep, Es Susu Coklat Mulus, and So on. but the taste of food was average.
Susu Perawan Tancep
@Oyot Godhong 


4. Jejamuran, Km 10 Magelang Street.
i was obsessed with this restaurant, because Jamur (mushroom) is one of my favorite vegetable (or food?) in this restaurant, we could find anything on menu books were made from mushroom. this restaurant was use Jamur Shitake, Portobelo, Jamur tiram, Jamur Merang, Jamur kancing and soon..  the popular menu in this restaurant are Satay Jamur, Baked Jamur, Tongseng Jamur, and Crispy Jamur. the taste was very delicious and the price was reasonable. i love this resto so much...
Jejamuran
all of those dishes only 150K

HOW can we get there?
if your home town are far away from Jogja, travelling by plane was most recommended, the flight ticket is not really expensive, depends on the season for sure. and when you arrived in Jogja. you ca go by taxi to your hotel, and for the daily transport you can rent a car, with IDR. 300K/ days. or if you just want to go around the Jogjakarta city, taxi and pedicab was a great choice

Enjoying Jogjakarta by pedicab
I thought this post is complete enough, but if you realized, i didn't visit the famous temple in Jogjakarta, such as Prambanan and Borobudur in my 2012 trip, yes because I've ever visited them in 2009 and 2011 so, i didn't put the temples in this post :D

Enjoy the Post
Mucho Love 

Sunday, November 18, 2012

Jogjakarta : One Day Gate away :)

Hello world...

For today post, i would like to share about my journey at Jogjakarta in 2012. 
so it will be some journey will be written in this post :) 
why Jogjakarta? everyone knows that this city have many tourism object that remind us how rich Indonesia in culture, art and heritage.
Jogjakarta is popular as cultural, culinary and also student city. beside the culture, we also could find many traditional foods here, with some local ingredients and have very delightful taste, we also find some colleges here, either public or private college. Many people outside Jogjakarta have studied here and Now, Jogjakarta become more crowded than before. :) 

so without many words, i will start it :) 

what did i do in Jogja?

my first trip to Jogja was i have been invited by a company to have recruitment process. :p 
i only visited jogja for 1 day, and after the process finished, i went home to Balikpapan, but its very interesting, because i could find one of my favorite food in Jogja, which are Bakmi Jawa and Gudeg. 

what did i eat in Jogja?

Bakmi Jawa, Fried or Boiled
Taken from trulyjogja.com
at jogja, i ate Bakmi Jawa, what is Bakmi jawa? is egg noodles, sauted with some spices such as garlic, shallots, and soy sauce, stir with minced chicken, chicken stocks, duck egg  and add some vegetables such as cabbage, pokcoy or bean sprout (if like), i really like this kind of dish, it very delicious and i never find bakmi jawa as good as this bakmi jawa in other city :D , i ate Bakmi Jawa in Pak Pele Stalls. its located in Alun-Alun Utara Jogja, and its very crowded if you came here above 7pm. 

Pak Pele's Stall 

Gudeg Yu Djum
Taken from panduan wisata, kolom detik kita 
the other dishes that i ate was Gudeg Jogja, Gudeg is one of traditional food from jogja, the taste is majorly sweet, Gudeg made from Jackfruit, it cooked with palm sugar and coconut milk for almost 2 days until it color changed. you can eat gudeg with fried chicken, brown-salted egg,  krecek (a spicy dish made from cow skin and bean) and rice. i eat gudeg yu djum, because so many stalls sell her gudeg, and the other gudeg brand was gudeg mbarek Hj Amad, near UGM. 

on those day i eat only two kind of dishes, and the price was cheap. Jogja become famous because of it cheap food. but the taste & quality are really good :) 




Gudeg Mbarek Hj Amad
Taken from panduan wisata
as mention before, i didn't visited any tourism object on those day because of the tight schedule. so for the tourism object in jogjakarta, i will tell you later :)

Thank you.. 
Mucho Love 

Tuesday, September 25, 2012

Le Parisian : Paris Quartier

Bener-bener nggak nyangka, akhirnya saya bisa juga pergi ke sini. dan disinilah saya akan membagikan beberapa cerita mengenai Paris itu sendiri. 

untuk dibagian ini, saya akan cerita mengenai pembagian paris menurut quartier, atau mungkin kita lebih mengenal dengan istilah distrik kali ya. pembagiannya saya ga tau based on apa, tapi menurut saya ini penting loh buat para turistas kayak kita *ceileh turistas

Paris Quartier atau daerah-daerah tersebut,antara lain adalah : *jreng-jreng* 

Notredame
1.  lle de la Cite and lle St-Louis 
katanya sih, daerah ini merupakan daerah pusatnya paris. dan memang daerah ini berada di tepian sungai seine, sewaktu saya pergi ke daerah ini, saya juga nggak sengaja, tiba-tiba metro yang saya naiki berhenti di stasiun tepat didepan gedung yang bernama palais de justice. katanya sih gedung ini semacam pengadilan gitu. dan dulunya adalah tempat tinggal raja. kemudian di dekat palais itu, ada gereja yang dinamakan Notre dame. katanya sih ini gereja gothic yang ada di Paris, terus terang saya sih cuman liat-liat aja notre dame dari depan, karena apa. kalau mau masuk, antrinya sepanjang antri sembako cyin.... yaudahlah saya cuman poto-poto aja di depan, dan gereja ini juga masih digunakan untuk ibadah loh sampai sekarang.  




Centre Georges Pompideu
2.Beaubourg and Les Halles 
nah jujur, saya bisa nyasar kesini karena saya lagi ngidam KFC, iya bener, KFC ayam goreng itu, usut punya usut saya pun cari-cari dimana KFC terdekat, eh adanya di daerah ini. *geblek* dan disini pun saya gak sengaja nemu tempat yang bernama Centre georges pompideu. mungkin saya yang ga punya sense of art atau apa. melihat bangunan ini saya kok biasa-biasa aja *tepok jidat*  padahal menurut orang bangunan itu adalah sebuah karya seni yang lengkap, sehingga dibuat sebagai kompleks seni lintas budaya. tapi ada yang unik di daerah les halles ini, banyak banget toko-toko apalagi di sekitar jalan yang bernama rue de temple yang menjual bermacam-macam barang fashion seperti : tas, aksesoris, sepatu, dan..... saya menemukan sebuah toko baju-baju vintage, dengan harga yg murah meriah..... *sembah sujud*  dan yang paling seru disini, di sekitar center ada penjual merchandise yang berjualan Kaos suvenir murah-murah.. *hihihiih 

3. Marais and Bastille 
Di daerah marais ini, banyak banget toko-toko barang antik, dan juga butik butik di pinggir jalan. karena saya orang yg tidak berseni tinggi, jadi ya tertariknya cuman ke butik-butik, eh pas kesini hari minggu banyak banget toko yg tutup sayangnya, tapi nggak papa, karena disini saya nemu chocolatier yang namanya le'auteur de chocolatier. coklatnya enyaaakkk.....
Inside Louvre

4. Quartier Tuileries and Opera
ini nih daerah yang paling tersohor di Paris, ya karena disini banyak banget tempat yang bisa di kunjungi  ada louvre, Jardin de tuileries, palais royal, opera de paris garnier dan banyak lagi. jadi sepanjang jalan rue di rivoli kita bisa kunjung ke kiri ke kanan, mampir-mampir dulu, ya karena tempat-tempat itu terletak dalam satu jalan yaitu Rue de rivoli. cukup seru sih, tapi siap-siap aja kaki pegel-pegel, hehehe.. terus terang semua tepat/museum disini tidak saya masuki, saya cuman ngelihat-lihat aja dari luar, *tidak bercita rasa seni sama sekali* jadi ya maap. 

tapi.... disini pula ada daerah yg dinamakan madeleine. nah inilah surga toko-toko makanan, mulai coklat, pattiseries dan sebagainya *ngeces* semua yang dijual di daerah madeleine adalah makanan autentik perancis, mulai dari toko kue dan teh Laduree, toko biskuit fauchon, dan semua produk yang kalau dibahas disini akan membuat kita semakin ngecessss....

5.  Quartier Champs-Elysees 
siapa sih yang ga kenal daerah ini?? semua brand terkenal asal paris nongkrong disini, toko-toko mewah, dan brand-brand fashion,accessories dan temen-temennya itu semua ada disini *insya allah* di sepanjang jalan kita bisa liat brand-brand mewah itu, dan yang paling amaze, yang beli juga ngantri... tapi pasti tau kan, yang sering beli disitu bangsa apa??? *evil grin* selain avenue champ elysees yang membentang panjang, kita pasti akan menemukan arc de triomphe yg tersohor itu. lalu ada Grand Palais, Petit Palais, dsb. dan pastinya  saya cuman liat dari luar aja. hehehe...

6. Quartier Invalides and La Tour Eiffel 
Daerah ini juga merupakan daerah tersohor,gimana nggak, yang namanya Eiffel Tower tuh ngejugrug disitu. IMO ya, kalo liat ni tower pas siang-siang, wuaduh cuman kayak besi rongsokan wae... *bisa dibacok  orang prancis nih* tapi,kalo liat pas malem, nah baru bagus, soalnya dikasih lampu, jadi terang benderang. hihihi... selain eiffel tower, ada beberapa museum. yang salah satu koleksi nya ada patung om-om lagi ngelamun, dan lagi-lagi yang namanya museum. pasti saya skip untuk masuk ke situ *apa sih tujuan saya* 
La Sorbonne

7. Quartier St-Germain, latin, Luxembourg
ini nih daerah yang paling saya demen selain les halles dan Tuileries karena apah, selain beberapa gedung bersejarah, seperti pantheon dan musee d'Orsay *yak lagi-lagi museum*, disini juga ada beberapa butik di pinggir jalan dengan harga yang murah, universitas La Sorbonne, dan juga Jardin de Luxembourg. quartier ini sangat menyenangkan, ada juga beberapa toko kue yang menjual macaroons seperti : Pierre hermes, sadaharu aoki dan juga banyak toko buku...



8. Quartier Jardin des Plantes
saya nyesel nggak eksplor daerah ini lebih dalem, ada mosquee de Paris padahal, kan sebagai muslim pastinya saya bangga dong, ada masjid juga di kota ini   :D 

9. Quartier de Challiot 
disini ada trocadeo, harusnya nih, kalo mau foto eiffel. ya dari sini yang paling oke, sayangnyaaaa.... saya ga kesini dong. abisnya uda kecapekan.. *alesan*

10. Montmarte and Pigalle
Inilah daerah terujung dari paris, dan juga daerah yang disebut bronx nya paris. saya sempat ke suatu tempat yang disebut Sacre-Coeur, katedral/gereja ini terletak di dataran tinggi, ada kebodohan yang saya lakukan ketika pergi tempat ini, akibat dengan sok tahunya saya turun di stasiun yang mengharuskan saya menaiki tangga untuk menuju ke lantai 6, padahal jelas2 ada stasiun metro yang lebih dekat dengan tempat ini... tapi, best part-nya adalah, saya jadi tahu kalau disini ada toko-toko suvenir yang juga menawarkan barang-barang yang lebih murah daripada kita beli di tempat-tempat yang terkenal. dan sayangnya saya nggak sempet ke Moulin Rouge, karena agak takut juga sih ke situ sendirian, karena tempatnya nggak aman, dan banyak copetnya, jangan salah di kota paris kita juga masih nemu copet! 

Fauchon
11. Daerah lainnya..
ini dimaksudkan untuk daerah-daerah dipinggiran paris, banyak juga sebenarnya yang bisa dikunjungi, misalnya Flea Market di St-Ouen, Disneyland Paris, Istana Versailles, dan juga La Defense. saya hanya sempat mengunjungi La Defense disini, karena apa, karena hanya di La Defense yang punya satu-satunya mall yang buka di hari Minggu! untuk tempat lainnya, karena keburu tepar, saya pun batal dan tidak jadi kesana. sedih banget! :( 

Itulah cerita saya mengenai Quartier di paris, atau daerah-daerah yang ada di paris. jika ingin mengunjungi semua daerah disini, saya yakin loh, 1 minggu juga nggak akan cukup, karena buat saya sendiri jika travelling saya lebih suka menikmati penemuan-penemuan saya terhadap sesuatu yang saya temui dijalan, bukan hanya ke tempat yang kondang, dan cuman foto-foto aja. tapi sesuatu yg baru dan yang berciri khas itu lah yang saya cari. 

Mucho Love