Sunday, February 17, 2013

Rectoverso : Sebuah Opini


Rectoverso : Cinta Yang Tak Terucap 

Film ini memang dibuat berdasarkan dengan kumpulan cerpen yang dibuat oleh Dewi Lestari sekitar pada tahun 2008. Kumpulan cerpen dalam rectoverso versi buku, terdiri dari 11 cerita pendek dan ketika kita membeli rectoverso, maka kita juga akan mendapatkan CD music yang berisikan 11 lagu dengan lirik yang sesuai dengan cerpen.

Merupakan pengalaman luar biasa dalam membaca rectoverso ini, karena selain kita dapat menyelami tulisan yang ada dengan membaca, maka indera pendengaran kita pun juga turut digelitiki oleh alunan lagu yang membuat kita dapat lebih mendapatkan imaji mengenai cerita-cerita yang ada dalam rectoverso tersebut.

Untuk novelnya sendiri, saya sudah membacanya sampai habis, juga lagu-lagu yang ada di dalam CD music tersebut. Dan memang, efek dari membaca dan mendengarkan lagunya, akan membuat kita semakin hanyut dalam tulisan-tulisan yang ada di buku tersebut, sehingga tak jarang, di beberapa cerita saya pun menangis J

Kali ini saya akan mencoba untuk menuliskan apa yang saya rasakan setelah menonton Film Rectoverso, yang untuk filmnya sendiri, memang hanya mengangkat 5 cerpen yang dijadikan dalam 5 film pendek dimana ke 5 film tersebut tidak saling berhubungan namun memiliki satu penghubung atau biasa disebut Omnibus.

Film Pertama : Malaikat Juga Tahu
Banyak yang sudah mengerti cerita tentang film ini, kisah Bunda pemilik Kost-an yang memiliki anak lelaki, yang biasa dipanggil “Abang”. Si Abang memang memiliki kekurangan, namun dia juga manusia yang bisa merasakan cinta, saat si Abang merasakan cinta pada salah satu perempuan penghuni Kost, adik si abang ternyata juga mencintai perempuan tersebut, dan konflik pun dimulai. Bunda yang sangat mencintai kedua anak lelakinya, menghadapi kenyataan pahit, karena Bunda ingin kedua anaknya bahagia, meski dia tahu itu tidak mungkin, dan pasti ada pengorbanan di dalam proses menuju kebahagian itu.

Overall, Film Pendek ini merupakan salah satu favorit saya, acting pemainnya luar biasa, terutama untuk yg berperan sebagai Si Abang dan juga Bunda. Dari awal hingga akhir, emosi yang terbangun sangat runtut, dan cukup membuat saya seolah-olah merasakan perasaan Bunda,yang sanggat sedih melihat Si abang kehilangan cintanya.

Quote Favorit dari Film Ini :
“Bunda Bukan Malaikat yang bisa tahu isi hati orang, mana orang yang lebih sayang saya, hati saya yang tahu”
“Seratus itu Sempurna, Tapi Kamu Lebih Sempurna”

Film Kedua : Firasat
Bercerita tentang seorang gadis yang sangat peka terhadap firasatnya mengenai apa yang akan terjadi pada dirinya dan juga keadaan yang ada disekitarnya. Bertemu dengan lelaki, yang secara tidak sengaja ia cintai, dan Sampai pada akhirnya, dia mempunyai firasat terhadap lelaki tersebut,namun dia tidak bisa melakukan apa-apa terhadap firasatnya.

Terhadap Film Pendek ini, di awalnya  saya agak kecewa dengan alurnya yg sangat lambat, dan juga kurang puas dengan acting salah satu pemain pada film bagian ini,namun ditengah-tengah film hingga akhir, makna serta pesan  dan emosi bisa ditampilkan dengan baik.

Quote Favorit dari Film Ini:
“Buat apa kita punya firasat,jika kita tidak bisa mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada orang itu?”
“karena kadang pilihan terbaik adalah menerima”

“semua sungai akan pulang ke laut yang, begitu halnya dengan apa yg terjadi pada dirimu”

Film Ketiga : Cicak Di Dinding
Film ini bercerita tentang, seorang pelukis muda yang melakukan hubungan one night stand dengan seorang wanita penghibur, dan mereka selalu bertemu kembali dalam waktu yang tidak direncanakan, sampai akhirnya,pelukis tersebut jatuh cinta, dan si wanita hilang, sampai suatu saat mereka bertemu kembali di dalam situasi yang sudah sangat berbeda.

Jujur, agak susah awalnya saya memahami apa isi film ini, dengan judul filmnya sendiri. Karena menurut saya koneksi antara cicak dan cinta itu beda jauh sekali, maka ketika saya melihat film ini, saya mencoba untuk menghiraukan kenapa cicak dipilih menjadi judul film ini, dan hanya menikmati cerita filmnya saja. Actor dan aktris dalam film ini saling melengkapi satu sama lain, sehingga pesan yang ingin disampaikan pun tersampaikan.

Quote Favorit dari Film Ini:

“Banyak orang tidak menganggap cicak, meskipun mereka penting, mereka dengan rela menempel pada dinding, untuk memakan nyamuk, dengan tujuan, menjaga manusia”

“tidak ada hewan seperti itu,punya kerelaan seperti itu”

Film Ke empat : Hanya Isyarat
Kisah 1 orang wanita dan 4 orang pria orang yang disatukan karena bergabung pada mailing list mengenai travelling, akhirnya mereka pun melakukan travelling bersama, dan 1 wanita ini, hanya bisa mencintai diam-diam 1 lelaki yang sangat dia puja, dan segera patah hati ketika mengetahui rahasia dari lelaki tersebut.

Film ini simple, tidak terlalu banyak adegan, dan tidak banyak juga lokasi yang ditampilkan, kekuatannya hanya ketika si wanita menceritakan detil detil bagaimana ia sangat menikmati memuja sang lelaki hanya dari sudut pandang yang dia bisa. Menurut saya untuk film ini, media nya biasa, tapi isinya cerdas!

Quote Favorit dari Film Ini:
“sahabat saya, hanya tahu bahwa ayam hanya memiliki bagian punggung karena dulu dia tidak tahu bahwa ayam memiliki bagian lain, seperti dada, paha dan sayap, karena ketika masih kecil, dia tidak mampu dan ibunya hanya bisa memberikan dia punggung ayam”

sedangkan saya, menyedihkan, karena saya tahu bahwa lelaki yg saya cinta mempunyai mata yang indah, serta bagian lainnya yang indah, namun saya hanya bisa jatuh cinta dan melihat dia dari punggungnya saja, dan tidak akan saya bisa miliki”

Film Kelima : Curhat untuk Sahabat

2 Sahabat lama, Wanita dan Pria, si Wanita sering sekali menjalin hubungan dengan berbagai macam tipe pria, tanpa dia sadari lama-lama dia tidak memiliki jati diri dan hanya menjadi pengikut pria yg menjadi pacarnya saat itu, sedangkan di sisi lain, sahabat prianya adalah satu-satunya orang yang selalu mendengarkan curhatan-curhatan dari si wanita, selalu ada untuk si wanita, dan selalu tahu apa yang akan terjadi dengan kisah hubungan sahabat wanitanya itu.  Dan dia pun tahu apa sebenarnya yang dia harapkan.

Satu kata saat melihat film ini : Plak!, saya merasa tertampar. Dalam hati saya,saya cuman bisa bilang : ah ternyata orang seperti saya tidak sendiri. J

Persahabatan yang diperlihatkan dalam film, menurut saya memang benar adanya. Kadang ketika wanita memiliki sahabat pria, si wanita akan bercerita apa saja, mengenai hubungannya dengan pacarnya, pertengkaran dengan pacarnya, dan apapun itu. Wanita akan sangat nyaman bercerita dengan sahabat prianya,karna ingin mendapatkan sudut pandang pria dalam sebuah hubungan, Kadang ketika bercerita wanita menjadi tidak peka dengan pria di depannya yang selalu mendengarkan cerita itu dengan sepenuh hati. Dan kadang si sahabat pria pun menyimpan sesuatu. seringkali wanita atau siapapun tidak menyadari,bahwa apa yang ada di depan kita dan dekat dengan kita, sebenarnya itulah yang kita butuhkan,dan itulah yang kita inginkan, tapi kita selalu terlambat untuk menyadari itu.

Quote Favorit dari Film Ini:
“gue udah selalu nurutin apa maunya dia, mulai harus baik, harus cantik, harus kurus, harus gaul, dan gue dandan ini juga buat dia, tapi apa?! Gue gak pernah perfect dimata dia!!

“gue bukan sakit karena dia selingkuh atau jalan sama cewek lain, tapi sakit karena kenapa sih gue bego banget, mau-maunya gue dibegoin sama dia kayak gini, disuruh nurut tapi apa yang dia kasih ke gue?!”

“waktu sakit kemarin,gue inget, gue telpon, ga diangkat, gue sms ga dijawab, telpon ke rumah atau kantornya, sama aja, dan ga ada nanya kabar gue berhari-hari”

“Gue gak muluk-muluk kan, gue cuman butuh orang biasa yang bisa nemenin saat gue sakit, dan bisa ngasi air putih ke gue saat sakit, apa itu muluk-muluk?

Akhirnya,saya sudah menuliskan kelima film yang ada di dalam rectoverso tersebut, dan semua yang saya tulis, adalah pendapat dan opini saya sendiri mengenai film tersebut. Saya memang nggak nangis waktu nonton film ini, tapi entah kenapa rasa sesak itu saya rasakan, terutama ketika melihat akhir dari semua filmnya. Silahkan tonton filmnya dan satu hal yang pasti, Biarkan cinta itu terucap. 

This entry was posted in

Thursday, February 14, 2013

Curhat di awal 2013

Heyho.
Kayaknya sudah lama banget nggak update di blog ini. Terakhir november 2012. Dan skrg ini udah februari 2013. Ya kira kira 3 bln lah tidak menyapa dan mengurus si blog.

Banyak hal yang terjadi pada diri saya pribadi. Khususnya,Di tahun 2013 ini. Mulai dari pencarian kerjaan yang akhirnya ada titik terang. Kehidupan bersama keluarga di
rumah. Dan tentunya bersama lelaki saya. Tampaknya di thn ini,akan banyak perubahan- perubahan yang terjadi.

Banyak yg saya inginkan dan juga saya impikan untuk saya capai di tahun 2013 ini. Ketika orang menyebut itu sebuah resolusi. Yah mungkin bisa dibilang sebuah resolusi. Bagi saya,tidak perlu mempunyai banyak resolusi. Yang pasti,apa yg bisa diprioritaskan untuk dicapai,saya harus fokus ke situ,dan saya usahakan untuk capai itu.

Memulai dari hal yg kecil dan sederhana. Itulah yang akan saya coba lengkapi dan juga saya perhatikan. Jika selama ini saya sering kurang teliti,ceroboh,berantakan dsb. Saya akan coba kurangi dan hilangkan hal itu sampai seterusnya. Disamping itu hal lain yg perlu juga ditingkatkan. Yaitu kadar kedewasaan.

Dewasa. Yak slama ini banyak yg belum menganggap saya cukup dewasa dengan banyaknya kelakuan-kelakuan saya yg masih menjengkelkan mungkin,merepotkan dan masih suka meributkan hal-hal yg remeh. Yah ini sebenarnya juga kelemahan saya sih. Kadang Saya terlalu perasa dan sensitif. Sehingga jika ada suatu hal yg menganggu. Sy belum bisa menerima atau menanggapi hal tsb dengan cukup logis dan dewasa.

Tahun 2013. Ya saya berharap tentunya saya bisa menjadi lebih baik dari diri saya yg lalu, saya bisa lebih fokus terhadap apa yg ingin saya capai,dan juga tentunya bisa membahagiakan orang yang saya sayang.

Mucho love.
Buat kamu! Terimakasih ya..