Sunday, September 5, 2010

Marketeers Club Seminar : Winning The Price War

Case Study : Garuda Indonesia Vs Others.

dibahas dalam Marketeers Club Seminar tgl 30 April 2010 di Shangrila Surabaya

Jika berbicara mengenai Hal-hal yang berhubungan dengan Perang Tarif, Perang Servis dan Sebagainya. tampaknya sekarang ini memang menjadi suatu trend yang sudah sangat berkembang khususnya di Indonesia. ketika saya menghadiri salah satu seminar yg diadakan oleh Marketeers Club waktu itu di Surabaya, tepatnya pada tanggal 30 April 2010. Topik seminar yg dibahas waktu itu adalah tentang adanya Perang Service versus Perang Tarif, dengan studi kasus yg digunakan adalah perusahaan Airlines terbesar di Indonesia. seperti yg kita ketahui, Garuda merupakan Airlines BUMN yang merupakan perusahaan yang juga turut mengalami pasang-surut mengikuti perkembangan-perkembangan yg terjadi di Indonesia. dan selama hampir 7-10 tahun terakhir, banyak juga bermunculan airlines2 dengan biaya murah, yg juga sangat diminati oleh banyak konsumen. yang menjadi masalah, jika dalam pemilihan sebuah airlines, apakah Tarif Murah akan selalu menjadi pilihan utama, dan harus mengabaikan servis yg selama ini menjdi fokus utama dalam memilih sebuah airlines???

Cover Of Marketeers Mag on May Edition

Berkaca pada pengalaman, pada saat 10 tahun belakangan, memang ada sebuah perubahan yg terjadi di dalam diri Garuda. perubahan pada lini manajemen, juga secara langsung dan tidak langsung memberikan efek yg kuat terhadap bentuk perusahaan itu sendiri. Tarif yg premium, menjadi sebuah trademark bagi garuda, bahwa airlines ini memang bukan airlines kacangan, disamping dengan cara untuk membenahi hal-hal yg bersifat prosedural dan teknis. garuda juga memperbaiki diri melalui service dan belajar membuka diri terhadap konsumennya.

jika dibandingkan dengan maskapai lain yg menganut sistem LCC (Low Cost Carrier) memang Garuda sendiri agak kelabakan menghadapi maskapai semacam itu, namun setiap pilihan pasti akan selalu membawa konsekuensi, jika memilih tarif yg murah namun service biasa, maka kita juga harus siap-siap lebih sering kecewa, namun jika kita memilih tarif mahal namun service memuaskan, ya pasti lebih puas, tapi biaya juga keluar lebih banyak. jadi konsekuensi yg ada pun harus segera diambil.

Jika Menurut pandangan saya sendiri, garuda merupakan airlines atau maskapai yg terbesar sampai saat ini,dan semakin lama memang semakin maju dan berkembang terbukti dengan adanya rute internasional yg bertambah, dan juga rute domestik yang semakin beragam. begitu juga dengan pelayanan yg diberikan oleh Garuda sendiri, juga semakin meningkat dan semakin menambah nilai kenyamanan untuk naik Garuda.


the Invitation


Dan kalau dari sudut pandang saya sendiri, perang tarif sebenarnya boleh-boleh saja, namun jangan pernah lupakan service,karena apa. bagaimanapun seorang marketer harus lebih mementingkan konsumennya, meski dalam pelaksanaannya jika harus melakukan perang service pasti akan lebih mengeluarkan banyak biaya, sehingga brand lebih memilih perang tarif. namun jika ingin jujur, sebaiknya boleh-boleh saja perang tarif, tapi yg harus tetap dipegang adalah tetap jujur terhadap konsumen, tetap care kepada konsumen, dan jangan mengecewakan konsumen. ya walaupun agak sulit :)

Source : Seminar Material, The Marketeers Web and Mag , My Friend experience and also My justification.

2 comments:

Anonymous said...

bulan ini ada lagi kan ? acarnya :D dateng ke shangrilla lagi ?

Widya Aulia said...

late reply lagi nih sayaa..
*bukan blogger yg baik*

btw, uda gak bs se fleksibel dulu kalo mau pergi kemana2, karena suda di balikpapan....

jauh mau kemana2.. hiks