Tuesday, August 3, 2010

Kuliah Dua, Part 1 : Tantangan atau Kurang Kerjaan?

AnyongHaseo....


Kembali lagi isi postingan kali ini menceritakan tentang kisah hidup saya, lagi! (Saya-sungguh-sangat-narsis-sepertinya) tapi toh sebenarnya tidak ada maksud narsis di sini, yg ada hanyalah rasa ingin berbagi dan bercerita saja.


Simbol Dualisme menurut Saya, Buku Merah : Social Science, Buku Biru : Techincal Science

Berbicara soal kuliah dobel, kuliah dua, ataukah kuliah dengan dua jurusan di dua kampus yg berbeda mungkin bukanlah sesuatu yg baru atau tidak lazim. Karena memang ada di beberapa kampus yg mewajibkan mahasiswa nya untuk mengambil kuliah dengan 2 jurusan atau lebih dalam 1 kampus, atau bahkan di luar negeri bisa malah lebih dari 3 jurusan. Cuman karena kasus kuliah dua ini ada di dalam negeri dan di dalam kampus negeri yg berbeda, mungkin kasusnya masih jarang. Tapi tetap ada beberapa lah orang yg mengambil kuliah dua seperti itu.

Saya Sendiri merupakan salah seorang penganut duaisme, maksudnya penganut kuliah dua itu. Dan terus terang awal keterlibatan saya hingga akhirnya bisa kuliah dua ini hanyalah iseng belaka, waktu itu tahun 2005, saya telah kuliah di Jurusan Teknik Industri suatu kampus negeri. Dan sewaktu di tahun 2006 saya berniat mengantarkan sahabat-sahabat saya yg ingin mencoba SPMB kembali untuk pindah jurusan.

Pada awalnya tidak ada niatan dalam diri saya untuk mengikuti SPMB kembali dan tidak ada niatan untuk pindah jurusan, toh meski nilai semester saya di jurusan teknik itu tidak terlalu bagus juga tidak terlalu jelek, jadi saya tidak ada keinginan lari dari kenyataan dengan pindah jurusan (*heheheheh)

Okeh, usut punya usut saya mengantarkan beberapa sahabat saya tersebut untuk membeli formulir SPMB di dekat kampus. Dan ntah knapa hati saya tergerak untuk ikut-ikutan membeli. Karena sahabat-sahabat saya juga ikut mempengaruhi untuk membeli supaya saya dapat menemani mereka ikut SPMB lagi!

Akhirnya saat SPMB pun tiba, dan saya yg tidak bersiap apa-apa pun mengikutinya dengan
muka-bodoh-tidak-tahu-harus-ngerjain-apa-karena-hanya-belajar-semalam
dan soal menentukan pilihan jurusan yg baru pun hanya saya random berdasarkan tingkat kefavoritan jurusan di kampus yg saya pilih. Tetapi yg aneh adalah, di saat saya datang ke tempat SPMB, mengapa saya tidak meliha teman-teman saya yg waktu itu membeli formulir dengan saya??! Perasaan saya pun mulai tidak enak. Jangan-jangan mereka ketiduran dan tidak bisa bangun, kemudian telat. (*omaigad, beginilah susahnya berurusan dengan laki-laki)


Akhirnya dengan sangat terpaksa saya pun mengikuti ujian itu sendirian, antara yakin dan pasrah karena toh ini hanya coba-coba. Jadi tidak terlalu berekspektasi terhadap hasilnya nanti.

Sebulan pun berlalu, dengan malas-malasan saya membuka website pengumuman SPMB, dan ternyata oh ternyata, ada nama saya disitu. Dan saya pun masuk di Jurusan Komunikasi. Jurusan g tidak pernah ada di benak saya sekalipun untuk saya masukki. Karena saya adalah anak IPA tulen, dan masuk kampus dengan jurusan Komunikasi, adalah salah satu kejadian paling aneh di dunia.

Untungnya tetangga sebelah rumah saya ternyata kuliah di jurusan komunikasi itu, dia beda 3 tahun dengan saya, dan sayapun akhirnya bertanya-tanya mengenai seluk beluk jurusan komunikasi. Dari penjelasan tetangga saya, sayapun berpendapat bahwa jurusan komunikasi adalah jurusan yang : Heboh, nanti banyak ketemu artis, gampang pelajarannya, bisa jadi artis, kuliahnya enak dan menyenangkan. *baiklah sesaat saya terhibur dengan kata-kata tetangga saya ini*

To Be Continued

Mucho Love

0 comments: