Sunday, June 23, 2013

Makassar Trip : A Heaven Culinary


Makassar merupakan salah satu kota yang ada di Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan.
Kota Makassar ini, merupakan daerah di Sulawesi yang dijadikan hub, bagi kita yang berada di Indonesia Barat untuk menuju ke Indonesia Timur. Dari sisi kota nya sendiri, Makassar merupakan kota yg berada di Tepi Laut (Pantai) sehingga kaakteristik dari Kota ini pun, serupa dengan kota-kota pantai lainnya,  yaitu udara panas, Lembab dan terik.

Namun, Makassar mempunyai suatu daya tarik tersendiri yaitu wisata kulinernya. Bagi saya pribadi, Makassar adalah surganya makanan enak. Apalagi jika orang tersebut adalah penggemar daging. Pasti sangat betah untuk tinggal di Makassar. Supaya tidak membuat penasaran. Saya akan mulai urut satu2, apa saja yang saya makan sewaktu di Makassar

1. Coto Makassar Nusantara  - Jalan Nusantara (depan pelabuhan makssar)
Apa yg special dari coto ini, yang pasti tidak sama dengan coto daging yang ada di Jawa, coto Makassar bila ditelusuri memiliki kesamaan rasa dengan rawon, namun ditambahkan tumbukkan kacang  di dalam kuahnya.  Potongan daging yang tidak terlalu besar namun cukup banyak, membuat coto Makassar ini terasa istimewa. Coto ini dimakan dengan buras. Dan cobalah makan dengan cara orang Makassar. Yaitu dengan cara menyendok buras dahulu, dan buras yg ada dalam sendok tersebut dikuahin. (susah ini jelasinnya :D)
Harga :
Coto : 15ribu-18rb tergantung isian. Mau daging atau campur
Buras : 1 biji 1rb saja.

2. Konro Karebosi – Jl. Gunung Lampobatang
Konro pada dasarnya adalah Iga dalam bahasa Makassar.  Disini kita akan menyantap suatu hidangan konro yang sangat special baik dari segi rasa maupun ukuran.  Ada beberapa menu yg ditawarkan disini, antara lain Sop Konro, Konro Bakar, Sop Kikil, dsb. Namun yang khas pastinya adalah Sop Konro dan Konro Bakarnya. Rasa dasar sop konro serupa dengan coto Makassar, namun di sini kuah konro tidak diberikan kacang yg dihaluskan, melainkan kelapa yg dihaluskan dan juga kelapa kering, sudah kebayang kan gimana gurihnya???  Konro ini dimakan bersama nasi putih, dan hati-hati, pasti nasi nya lebih cepat habis duluan daripada konronya. 
Harga :
Konro : 38 rb, Nasi Putih : 4 rb, Minuman : 4rb – 12rb

3. Ikan Bakar – Rumah Makan Paotere (dekat Pelabuhan, Masuk kompleks AL)
Kelebihan dari Makassar, karena daerah pantai maka hidangan seafoodnya pasti sungguh-sungguh sangat lezat. Lezat karena ikannya segar  dan bumbu yang dipakai sangat simple, hanya garam dan sedikit minyak saja.  Ikan yang saya pesan waktu itu adalah ikan Cepa dan Baronang keduanya dibakar, dan saya juga memesan Cumi Goreng tepung. Ikanya enak meskipun saya lebih rekomendasi salah satu ikannya di goreng saja. Dan cumi gorengnya juga enak, karena yang digoreng adalah cumi dengan ring yg besar-besar. Satu hal yg pasti, dalam menikmati ikan bakar, maka sambal yg disajikan juga harus enak, sambal yang disajikan adalah sambal  dabu-dabu dan juga ada bonus bumbu kacang serta bonus kuah sayur, yang cita rasanya mirip sayur lodeh, tapi tanpa bumbu yg lengkap. Oh iya, di dalam menikmati hidangan ikan di makassar, kita sendiri yang pilih ikannya. Dan kita sendiri yang mau memilih diolah dengan apa.
Harga :
1 buah ikan rata-rata 35rb-40rb, begitu juga 1 porsi cumi atau olahan laut lainnya.

4. Pallu Basa Serigala – Jl. Serigala
Pallu basa merupakan makanan khas Makassar dengan bentuk yang mirip dengan coto atau sop konro. Kuah nya sama-sama berwarna coklat gelap, namun di pallu bassa yg sedikit berbeda adalah tambahan ketumbar yang banyak dan potongan daging yang lebih besar daripada potongan daging di coto Makassar, pallu basa  berisi campuran daging, dan jerohan sapi. Namun bisa juga jika kita hanya memesan daging saja. Jika ingin memberikan sentuhan rasa berbeda, maka bisa ditambahkan Telur ayam mentah di dalam pallu basa nya. Dan dimakan bersama dengan nasi putih.
Harga :
1 Porsi pallu basa 15rb,nasi 4rb.

5. Jajanan Khas Makassar – Jl. Lasinrang
Bagi yang suka bertanya-tanya, jajanan apa yg khas dari Makassar, ketika saya mampir di Jl. Lasinrang, rata-rata yang dijual adalah Lumpia Sulawesi, Jalankote dan Otak-Otak. Untuk jajanan manisnya, mungkin kita semua pasti kenal dengan nama es pisang hijau. Lumpia Sulawesi berbeda dengan lumpia yg ada di jawa atau semarang, isiannya tidak menggunakan rebung. Melainkan bihun, sayuran dan daging.  sedangkan jalangkote sendiri, seperti pastel namun diisi kentang, potongan wortel dan irisan daging ayam. Yang membuat beda adalah bumbu atau sambal yang digunakan untuk mencocol jalangkote atau lumpia. Sambalnya pedas dan gurih, sedangkan untuk  otak-otaknya, saya lebih suka otak-otak batam. Karena menurut saya, otak-otak Makassar masih kurang berasa  ikannya J  
Harga :
Es pisang ijo : 17rb
Lumpia & Jalangkote : 7rb
Otak-Otak : 4rb

6. Pallu Mara & Ulu Juku  – Rumah Makan Ulu Juku di Jl. Racing
Pallu Mara merupakan makanan dengan bahan kepala ikan, ikan kakap merah yang dimasak dengan kuah santan. Rasanya mirip dengan gulai kepala ikan versi padang. Namun entah kenapa pallu mara yang saya makan kali ini sangat segar dan lezat sekali. Untuk Ulu Jukunya, menggunakan bahan utama kepala ikan, namun kuahnya segar dan asam, tanpa santan. Mirip dengan masakan pindang ikan, namun tanpa cabe merah yg berlebihan.  Saya sangat rekomendasikan untuk makan disini. Karena rasa masakan tersebut, keduanya enak banget!
Harga :
Pallu  Mara : 37rb
Ulu Juku : 37rb  

7. Bakso Khas Makassar (NyukNyang) - Depot Ati Raja -  Jl. Gunung Merapi
Bakso di Makassar biasa disebut Nyuknyang, Bakso ini jika kita memesan paket komplit 1 Porsi  maka kita akan mendapatkan bakso halus, bakso kasur dan Bakso goreng. Untuk rasa bakso halusnya, standar seperti bakso halus pada umumnya, kalau bakso kasarnya, tidak menggunakan tapioka seperti di jawa,  tapi menggunakan tepung sagu. Sedangkan yg paling beda dan enak, adalah bakso/nyuknyang gorengnya. Rasanya enak dan gurih, serta dimakan dengan sambal  yang juga sedap rasanya.  Disini, juga dapat membeli nyuknyang untuk oleh-oleh. Dengan kemasan berisi 5 porsi atau 10 porsi, dan sudah dikemas dalam kardus yang cantik.

1 porsi nyuknyang :  20rb
Nyuknyang 5 porsi untuk take away : 100rb

8. Mie Titi – Jl. Datumusseng
Mie Titi adalah Mie Kering yang disiram kuah kental yg terdiri dari sayuran seperti isian capcay dan potongan ayam. Yg special adalah, mie keringnya tipis-tipis dan gurih, kemudian potongan ayamnya besar-besar.  Beberapa jenis mie  kering juga banyak ditemui di Makassar.  Tapi yang paling terkenal ya mie titi ini.
Harga :
1 Porsi Mie Titi : 17rb

Itulah  beberapa makanan khas yang sudah saya makan di Makassar, untuk makanan lainnya belum sempat saya coba, karena terbatasnya perut dan juga waktu untuk mengunjungi tempat-tempat makanan tersebut satu persatu.  Sedangkan untuk makanan khas lain, akan saya beritahukan lokasinya saja ya, seperti :
-          Sop Saudara di Jl. Irian
-          Sop Ubi di Jl. Datumuseng
-          Pisang Ijo dan Camilan Makassar lainnya di Rumah Makan Bravo Jl. Andalas
-          Nasi Kuning di Depan RRI
-          Ayam Goreng Sulawesi – banyak Tempat
-          Rumah Makan Seafood lain, seperti RM Dinar, RM Lae-Lae, RM Apong.
-          Pisang Epe  di sekitaran Pantai Losari. 

Sekian  dulu untuk tempat kuliner yang ada di Makassar . untuk tempat wisatanya akan saya postingan selanjutnya.  :)


Saturday, June 22, 2013

Love is a verb


Love is a verb.
Verb artinya kata kerja.
Menurutmu cinta adalah pembuktian.
Cinta adalah hasil pekerjaan.
Itu sebabnya kamu jarang bilang cinta

Love is a verb.
Cinta menurutmu tidak hanya diungkapkan.
Cinta juga bukan sekedar "aku cinta kamu".
Cinta tidak bisa hanya dikatakan. Atau hanya lewat tulisan.
Sekali lagi cinta harus dibuktikan.

Love is verb.
Tapi tahukah kamu.Tidak selamanya salah untuk mengungkapan cinta?
Karena kadang seseorang perlu diberitahu.
Bahwa kau memang benar mencintainya.
Karena apa?
Setidaknya biarkan dia tahu.
Ada yg mencintainya di lisan, hati dan juga perbuatan.


From John Mayer Song 
Love is a verb
It ain't a thing
It's not something you own
It's not something you scream

When you show me love
I don't need your words
Yeah love ain't a thing
Love is a verb
Love ain't a thing
Love is a verb

So you gotta show, show, show me
Show, show, show me
Show, show, show me
That love is a verb





A half way to find a home :)

Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya soal menemukan rumah. Kali ini saya ingin menceritakan tentang proses dalam menemukan rumah tersebut.
Beberapa bulan terakhir ini. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan saya. Baik itu kehidupan soal pekerjaan atau soal hati. Beberapa orang datang silih berganti. Semuanya punya karakter yg beda. Kepribadian yg beda. Dan tujuan yg beda.

Proses dalam menemukan rumah bagi saya. Tidak terlalu sulit. Namun tidak juga mudah. Dan sejujurnya saya juga punya tipe sendiri soal bagaimana rumah saya nanti.
Akhirnya disinilah saya berdiri. Di tengah jalan yg akan menuntun saya menemukan rumah. Disini saya sudah menemukan calon rumah yang insya allah akan saya tinggali seumur hidup saya.

Rumah itu sederhana. Saya bahkan belum terlalu tahu dalam nya seperti apa. Tapi sejak mempunyai waktu lebih lama untuk mempelajari rumah itu. Justru membuat saya semakin senang dan nyaman di dalamnya. Rumah itu memberikan suatu kenyamanan yg belum pernah saya rasakan. Dan yg pasti rumah itu dapat membuat saya menjadi lebih baik. Dan lebih memahami apa tujuan hidup saya.

Sedikit sedikit tapi pasti. Saya juga bisa membuat rumah itu menjadi lebih baik. Dari sebelum dia saya temukan. Karena pada intinya. Rumah itu dan saya memiliki tujuan yg sama dan kitapun akan bekerja sama untuk mewujudkannya.
Semoga perjalanan saya yang sudah ditengah tengah ini akan terus berlanjut. Saat saya bisa tinggal dirumah itu. Dan memulai cerita saya bersama rumah itu Untuk selamanya.